Suatu senja, saat hujan mengiringnya kepada malam. Pulang dari sekolah selepas ujian, situbondo di sore hari, hujan! Awalnya gerimis, lalu mampir sebentar untuk beli makanan. Lama2 menderas juga. Terpaksa menunggu agak reda….hmm…lama juga, seorang lelaki menerobos hujan itu, dalam hati ku bergumam untuk diri sendiri ” hey, ada apa? Sudah agak mereda tuh! Bukankah kau suka air, dan bukankah kau juga air?” kubulatkan tekad. Maka, kuterobos ia!
Hujan, kau ingatkan aku
Pada seorang yang tak pernah lelah mendoakanku, seorang yang selalu berbuat terbaik untukku, seseorang yang menyelimutiku tatkala lupa berselimut, seseorang yang membuatku bangga memilikinya, seseorang yang menunjukkanku tentang banyak hal. Ma, terima kasih. Aku tak kan pernah bisa membalas jasamu. Tapi ma, doakan saja terus, agar nanti aku bisa menjadi jariahmu.
Hujan, kau ingatkan aku
Pada seorang yang selalu bilang ”Ran berdoa aja sama Allah, pasti dikabulkan, asal kita menjalankan semua perintah-Nya, hanya meminta kepada-Nya, minta tolonglah hanya kepada-Nya, ingat Dia terus.” pa, terima kasih. Kau juga harus minta kepadanya, biar dikabulkan, semoga doaku menjadi jariyahmu.
Hujan, kau ingatkan aku
Pada seorang yang tegar disana. Seorang yang selalu bisa memberi warna. Seorang bijak yang cuma sering lupa (atau sengaja lupa?!). seorang yang dulu membuatku berkata” aku harus lebih baik darimu, minimal sama” . seseorang yang jadi tempat diskusi dan tukar pendapat. My lovely Abi, Ah..
Hujan, kau ingatkan aku
Pada alif kecil dan yang lainnya, yang….apakah hujan2 begini mereka masih disana? Diperempatan jalanan, di bawah lampu merah, atau sedang menggigil di balik rumah kardusnya… Ya Allah tunjukkan jalan-Mu kepada si alif kecil dan meraka lainnya. Beri ketegaran, beri kekuatan, beri ketabahan, beri cahaya-Mu.
Hujan, kau ingatkan aku
Pada sahabat-sahabat terbaik disana. Semangat kita itu saudaraku! Jangan pernah berhenti mengukir epik ya! Ganbatte ne! Moga kita istiqomah di jalan-Nya.
Hujan, kau ingatkan aku
Pada mereka yang tak lelah berjihad, pada mereka yang membuat kita memunculkan berbagai cita. Saudara-saudaraku di palestina…bagaimana mereka…ya Allah beri kekuatan dan ketabahan pada mereka. Selamatkan mereka ya Allah…menangkan…
Hujan, kau ingatkan aku
Pada satu cinta kepadanya, yang dalam akhir katanya menyebut aku, juga kamu ”umatii, umatii…” ya rasulullah aku hanya menyusuri lembaran shirohmu, pahit getir perjuanganmu semoga memberi cahaya pada kami.
Hujan, terimakasih, karena kau ingatkanku
Pada Dia. Yang bila mengingat-Nya hati kan tenang. Dia, yang jiwaku juga jiwamu ada di genggaman-Nya. Ya Allah, sungguh, aku hambamu. Dan jadikan hujan ini bermanfaat bagi bumi.













