Mar 28, 2011

Tunggu Aku Di Negeri Sunyi

huruf-hurufmu memaksaku untuk menanam kembali
pohon-pohon kepercayaan yang telah tumbang oleh
angin taufan rasa cemas. rangkaian kata yang kau
bangun di atas tanah rinduku mengokohkan kepingan
kepingan mimpi menjadi harap bagi pungguk yang
terkapar.

“tunggu aku di negeri sunyi! di mana tak ada hujan
air mata!” ucapmu sebelum berlalu.

tanah hitam masih menyimpan jejak kakimu, udara
kosong masih menyisakan nafas kerontangmu. dan di
langit, awan menyetubuhi matahari.
detik-detik memaksaku memintal kesabaran dengan
benang resah, ketika kutemukan cahaya pada kedua
bola matamu.

mencintaimu adalah menabur hari esok pada halaman
depan kebahagiaan. 



0 komentar:

Post a Comment