Lelah... hari ini menyiksaku.
Ah, masa?? mengapa kau begitu lelah??
Iya
Why??
Apa kau bisa bayangkan betapa lelahnya saat harus menahan sesuatu??
Apa yang kau tahan? Tell me!! I dont know what u talking about!
Aku bingung mulai darimana... bagaimana menjelaskannya padamu.. bagaimana kata permulaannya??
Oke, mari kita coba,,
Begini..... Ah, harus pakai kata apa sebagai permulaannya??? Haissshhhhh!!!!! trnyata ini tidak semudah yang kau pikirkan.
So?? calm down!!!!
Semakin kau bertanya, semakin tak terungkapkan.
Okey,, rasanya ini penting, atau sensitive untukmu???
What???/ Shut up, kau membuatku semakin frustasi.
Heiii....... kamu ga seperti ini sebelumnya... Hei, come on.. tell me!, baiklah kalau kamu ga mau bicara sekarang.
Ah, kau ini terlalu mendesakku.
Oohh... sorry, now tell me.
Hhhh...jadi, begini.... emmm.... jadi... ahhh.... jadi, aku............... hhhhhh bagaimana memulainya, aku....... Aku..
Enough., dari tadi begitu saja, ada apa? apa yang sebenarnya terjadi??? kenapa kau menjadi aneh hari ini, hah?? Tidak bisakan bicara langsung saja??? Apa yang kamu rasakan?, pikirkan, ngerasain apa? mau apa, setelah kau bicara, habis perkara! case close! Sulitkah buatmu??? Sekarang apalagi??? Apa???? Hei, kau tahukan aku tipikal orang yang tidak sabaran!!
Maaf....
Aku cuma begitu khawatir denganmu
(Sesegukan dan terus tersedu)
Sorry, aku ga akan mengulangi lagi, kamu bisa cerita apapun, kapanpun, aku ga akan memaksamu.. semaumu, Iam sorry, aku di maafkan ya??
Ya,
Ya sudah tidur sini... Merasa nyaman??
He eh
Udah Tidurlah.... (memejamkan mata)
Ya (sesegukan)
(diam.... matanya menerawang jauh ke luar jendela)
Daun hijau berjatuhan, rintik air menetes habis hujan. Beda kita cuma semili, tapi seperti jurang. Pengertian kita cuma sejengkal, tapi kompromi kita tak terhingga. Jangan bicara cinta, kita cuma sedang senang dan sama-sama lemah.














0 komentar:
Post a Comment