hari ini aku mengunjungi kota kita, memoar jalanan aspal sepanjang perjalanan kisah kita. dan sebuah kedai kopi kita, masih kokoh berdiri disana, kursi dan meja yang sama. hari ini aku adalah pengunjung pertama di kedai kopi ini. Jalanan masih lengang, tanah membasah - baru disetubuhi oleh hujan. dan lampu-lampu kota yang temaram mampu menciptakan suasana malam seperti hari itu. Duduk sendiri dengan secangkir kopi hangat, serta merta menyeretku kembali berpetualang pada kenanganmu. Ada banyak. Tidak syahdu, tidak romantis seperti lagu-lagu cinta, hanya saja, sampai hari ini aku masih merasa takjub dibuatnya. bagaimana kau bisa menyetubuhiku hanya dengan tatapanmu saja???
Aku tidak sedang menantimu di sini. Aku hanya sedang orgasme dengan kesendirianku. Begitu merindukanmu.














0 komentar:
Post a Comment